Viral! Anies Diancam Pusat soal Reklamasi Jakarta, Tetap Tak Gentar

Viral! Anies Diancam Pusat soal Reklamasi Jakarta, Tetap Tak Gentar



Jangan sampai kendor, longgar, dan justru takluk melihat pembangunan tanpa izin yang benar. Itu menurunkan kewibawaan Republik ini. #kbanews

JAKARTA | KBA - Pernyataan lama Anies Baswedan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kembali viral di media sosial, khususnya terkait reklamasi Teluk Jakarta. Pernyataan tersebut memperlihatkan keberaniannya meski mendapat tekanan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, pernyataan Anies ini kembali viral, semacam untuk 'menolak lupa' terkait apa yang sedang terjadi di pada pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK-2 di Tangerang, Banten. PIK-2 ini terus menuai kontroversi dan terus menjadi sorotan publik.

Dalam sebuah video pendek yang berasal dari acara talk show di salah satu televisi nasional, Anies dengan tegas menyatakan keberaniannya menghentikan reklamasi Teluk Jakarta pada 2018. Video tersebut viral di platform TikTok sebelum akhirnya beredar luas di berbagai media sosial, seperti Facebook.

Dalam video tersebut, Anies menceritakan pengalamannya saat memutuskan penghentian reklamasi setelah melihat langsung kondisi di lapangan menggunakan helikopter bersama pembawa acara Najwa Shihab.

Saat ditanya oleh Najwa mengenai pengalamannya setelah melihat dari udara, Anies menyampaikan, “(Kawasan reklamasi) raksasa. Besar sekali. Ketika saya melihat aturan-aturan yang tidak dijalankan dengan benar, lalu menyaksikan 312 hektare hamparan tanah di situ, saya katakan itu tanah kita, itu air kita. Itu Tanah Air kita,” tegas Anies seperti dikutip KBA News, Jumat, 31 Januari 2025.

Ia juga menegaskan pentingnya menuntaskan persoalan reklamasi demi kepentingan bangsa. “Di depan ibu kota ada wilayah baru yang ukurannya besar, tetapi tata kelola perizinannya banyak masalah. Karena itu, saya yakin ini harus dituntaskan demi bangsa kita,” tambahnya.

Dalam video yang sama, terdapat pula pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang tampak menentang kebijakan Anies dalam menghentikan reklamasi.

Saat ditanya oleh pembawa acara talk show tersebut, Luhut berkata, “Kalau dia resisten, tunjukkan kepada saya. Saya tidak ada urusan. Tapi jangan macam-macam, akan saya kejar. Kalau mau duduk, duduk baik-baik. Jangan aneh-aneh, siapa pun dia.”

Mendengar pernyataan Luhut itu, Anies tetap teguh pada pendiriannya dan tidak mengubah sikap. “Insya Allah, saya akan dan tetap memegang aturan yang ada. Justru karena kita menggunakan aturan itu, maka kita ingin menertibkan,” tegasnya.

Tak lama berselang, Anies pun menyegel bangunan di Pulau D yang ternyata belum memiliki izin mendirikan bangunan. Selain itu, ia juga menghentikan kegiatan reklamasi di Pulau D dan Pulau C.

"Kami minta semua dalam pembangunan mengikuti ketentuan dan peraturan. Jangan dibalik, jangan membangun dulu baru mengurus izin. Pastikan ada izin dulu, sesuai dengan ketentuan dan tata kelola yang ada," jelasnya.

Anies juga menegaskan bahwa ia datang langsung untuk memimpin penyegelan karena ingin melihat kondisi di lapangan secara langsung. "Selama ini saya hanya melihat dari gambar dan udara. Ini adalah lahan lebih dari 300 hektare di pesisir Jakarta," ujarnya.

Lebih lanjut, Anies menekankan bahwa Republik Indonesia harus berwibawa di mata semua pihak. "Jangan sampai kendor, longgar, dan justru takluk melihat pembangunan tanpa izin yang benar. Itu menurunkan kewibawaan Republik ini," tegasnya.

Kisah keberanian Anies ini kembali menjadi perhatian publik di tengah polemik PSN PIK-2. Banyak pihak mulai mempertanyakan transparansi dan tata kelola proyek tersebut. (kba)

Source: https://kbanews.com/hot-news/viral-anies-diancam-pusat-soal-reklamasi-jakarta-tetap-tak-gentar/

Post a Comment

Previous Post Next Post